Contoh Kode Etik dan Pengertiannya

Contoh kode etik
Contoh kode etik

1) Pengertian Kode Etik

Sederhananya, Kode etik profesi adalah suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu.

Kode etik biasanya tergolong sebagai norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sangsi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.

Selain definisi diatas, Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kesimpulan sederhananya adalah, kode etik merupakan sebuah atau suatu pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku.

Diantara tujuan kode etik adalah agar seseorang atau sesuatu dapat profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik, hal ini akan melindungi sesuatu dari perbuatan yang tidak profesional.

Sedangkan kaitannya dengan sebuah profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Jadi, disini dapat terlihat dengan jelas bahwa suatu kode etik akan menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standart perilaku anggotanya. Adapun nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.

4 Asas Etis

Nilai professional juga biasa disebut dengan istilah asas etis.(Chung, 1981 mengemukakan empat asas etis, yaitu :
(1). Menghargai harkat dan martabat
(2). Peduli dan bertanggung jawab
(3). Integritas dalam hubungan
(4). Tanggung jawab terhadap masyarakat.

Kode etik tentunya juga dapat dijadikan sebagai standart Aktvitas anggota profesi tertentu, dimana kode etik tersebut nantinya akan menjadi sebuah pedoman (guidelines). Selain itu, masyarakat pun juga bisa menjadikan kode etik tersebut sebagai perdoman, dengan tujuan mengantisipasi terjadinya bias interaksi antara anggota profesi. Bias interaksi disini artinya adalah monopoli profesi., maksudnya adalah dengan memanfaatkan kekuasan dan hak-hak istimewa yang melindungi kepentingan pribadi yang betentangan dengan masyarakat. Oteng/ Sutisna (1986: 364) mendefisikan kode etik sebagai pedoman yang memaksa perilaku etis anggota profesi.

Dalam perspektif atau tinjauan sisi lain, konvensi nasional IPBI ke-1 mendefinisikan bahwa kode etik merupakan suatu pola ketentuan, aturan, tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktifitas maupun tugas suatu profesi. Yakni, hendaknya setiap orang menjalankan serta menjiwai akan Pola, Ketentuan, aturan karena pada dasarnya suatu tindakan yang tidak menggunakan kode etik akan berhadapan dengan sanksi.

Contoh Kode Etik

Berikut dibawah ini adalah beberapa contoh kode etik yang biasanya berlaku pada perusahaan-perusahaan yaitu :

1. Jam atau waktu masuk kerja jam 08.00 dan dispensasi keterlambatan hanya 5 menit.

2. Tidak boleh bermain game di kantor.

3. Harus lapor kepada atasan masing-masing departement jika ingin ijin keluar kantor.

4. Barang-barang pesanan dikeluarkan oleh bagian gudang.

5. Penggunaan internet hanya untuk urusan pekerjaan.

6. Setiap karyawan tidak boleh sembarangan membuka file karyawan lain.

Itu saja beberapa informasi yang bisa dihadirkan kali ini seputar contoh kode etik dan pengertian dari kode  etik itu sendiri. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Contoh Bank Syariah di Indonesia